with blueism mindset and a bit intuitive

Stifler is back bitches!! hahaha

You meet someone
You two get close
It’s all great for a while
Then someone stops trying
Talk less, awkward conversations
No comunication whatsoever
Memories start to fade
Then, the person you know becomes that person you KNEW
That’s how it usually goes, sad isn’t it?

Awkward hahaha

Awkward hahaha

Untitled

How long you close to someone at first, it doesn’t mean you’ll be long in relationship with him/her. You’ll be bore at the beginning of your relationship, and it end with tear yourself down!!! Anonymous

Accidentaly met and introduce ourselves one another! hahaha
Funny story when your seat beside him you knew nothin bout him! He’s so talkactive about the match. I’m on his enemy’s side. Which was Solo FC. He said “I’ll join, but next match hahaha”
Nice to knew you Tim! Unfortunately he still didn’t have indo cellphone, still his dutch classic ericsson cellphone -__-
FYI, he’s so tall! I’m shorter than his shoulder!

Accidentaly met and introduce ourselves one another! hahaha
Funny story when your seat beside him you knew nothin bout him! He’s so talkactive about the match. I’m on his enemy’s side. Which was Solo FC. He said “I’ll join, but next match hahaha”
Nice to knew you Tim! Unfortunately he still didn’t have indo cellphone, still his dutch classic ericsson cellphone -__-
FYI, he’s so tall! I’m shorter than his shoulder!

Never Gonna Leave “Maroon 5”

Maroon 5 membawa saya meninggalkan masa UTS hanya untuk menyaksikan performa mereka. Dengan penuh perjuangan mendapatkan tiket ini, sejak Januari Adrie Subono sudah menggembar-gemborkan bahwa mereka akan datang. Berkat bantuan sepupu saya akhirnya saya mendapatkan apa yang saya inginkan.

Konser dimulai pukul 20.30, tetapi dari pukul 17.00 penonton sudah masuk ke venue yaitu Istora Senayan. Saya masih sempat untuk bermain kartu bersama sepupu dan teman-temannya di tengah crowded acara, karena memang masih pada duduk. Sekitar pukul 19.00 penonton belakang berdiri dan mulai berdesakan agar dapat melihat konser lebih dekat.

Dibuka dengan “Misery” seluruh penonton yang sedari tadi nampak lesu, sesak nafas dan pengap langsung bersemangat dan memperebutkan tempat paling depan, dilanjutkan dengan “If I Never See Your Face Again” , “Harder to Breath” sang vokalispun mulai atraktif dengan menyapa para penggemar setianya. Disambung dengan “Give a Little More” yang menurut saya lebih mirip makeout song, kenapa? perhatikan saja lirik dan nadanya. Adam kembali menggoda saya dengan menggoyangkan badannya diantara mic holder sambil mencibirkan bibirnya, V-neck putihnya yang dibasahi peluh, semua tato yang mengintip diantara kaos dan peluh, serta tato harimau yang ada di lengan Adam, membuat seluruh penonton perempuan bergidik. Kemudian, Maroon 5 kembali memukau dengan “The Sun” , “Won’t Go Home Without You” dan “Never Gonna Leave This Bed” lagi-lagi Adam sukses membuat semua perempuan di Istora enggan untuk meninggalkan ranjangnya.

Setelah Adam minum di stage dan dalam waktu 3 menit tatanan gitar, mixer sudah berubah oleh soundman yang dibawa mereka. Mereka menurunkan tempo lagu dari beat ke slow, mengistirahatkatkan stamina juga. Mereka memulai kembali dengan “Secret” , saat James mulai memetikkan senar gitar dan melodi akustik terdengar Adam berkata, “This song is dedicated to all the ladies here…” Penonton melambung dengan setiap rayuan Adam dalam “She Will be Loved” . Beberapa kali saya tersentil dengan lirik lagu ini, tapi ya sudahlah.

4 Lagu terakhir diisi dengan “Wake Up Call” , “Shiver” , “Stutter” dan “This Love” mengembalikan ingatan kita bahwa inilah single Maroon 5 yang sering kita dengar saat mereka mengawali kariernya. Mereka mengakhiri acara, lampu padam dan situasi menjadi sunyi. Penonton tahu bahwa ini belum selesai. Setelah “We want more!” di teriakkan, mereka kembali dengan tiga persembahan terakhirnya yaitu “Hands All Over” yang merupakan tajuk World Tour mereka sediri untuk mempromosikan album barunya, lalu “Makes Me Wonder” dan akhir dari semua pertunjukkan ini Adam menutupnya dengan perkenalan satu per satu semua personel Maroon 5. James Valentine pada gitar, Jesse Carmichael pada keyboard, Michael Madden pada bass dan Matt Flynn pada drum. Berakhirlah semua pertunjukkan mereka dengan “Sunday Morning”.

Keriuhan Istora Senayan begitu terdengar, dipenuhi tepuk tangan dari 8200an penonton, dan kita semua tahu. Kita puas akan konser ini. Tidak ada masalah yang terjadi selama konser berlangsung. Keamanan dan kenyamanan semua terkendali. Agak disayangkan mereka tidak membawakan “Goodnight Goodnight” dan “Nothing Last Forever”.

Tidak lupa membeli Merch Orie mereka, kapan lagi??? Banyak penjual poster, kaos bajakan di luar venue, saya juga membeli 1 yang bajakan. I never gonna Leave Adam’s bed!!!!!

Di saat saya memadu kasih dengan Daldjono si expert Akuntansi Biaya ini, ter-shuffle lah iTunes saya lagu di atas. Suasana berubah menjadi gurun pasir, kering karena galau. Dengan full volume lagu ini datang (karena emang sebelumnya abis dengerin yang beat)

I’d go back in time and change it but I can’t
And then the cold came, the dark days when fear crept into my mind
You gave me all your love, all I gave you was “Goodbye”
The last time you saw me
Is still burned in the back of your mind

Rasanya si mbak Taylor ini nyanyi buat saya, tapi wajahnya ganti si dia, si dia ini ngomel di depan saya dengan kata-kata di atas. Beneran galau deh. Terus pengen saya bales si Mbak Taylor ini “I go back to December all the time.”  Yea, it was December 20, it was :’)

HELL

           Sabtu malam ini saya habiskan dengan berkutat dengan kertas dan berbagai rumus Akuntansi biaya karena Senin sudah Ujian Tengah Semester. Saya sedikit lemah dalam akuntansi, dari SMA sampai sekarang penguasaan saya terhadap akuntansi tetap pada skala “rata-rata” beda jika saya diberi sebuah materi teori dan bacaan 3 lembar hvs diberi 30 menit untuk membaca atau sekedar mengerti persoalannya, terasa begitu mudah, karena pemahaman saya selalu terpacu dengan teori. Bahkan kemarin ada seorang teman yang mem-BlackberryMessenger saya meminta tolong untuk menjawab soal UTSnya, dia jurusan Sastra Inggris dan waktu itu mata kuliahnya Civic, ada hubungannya dengan filsafat. Cukup mudah bagi saya untuk menjawabnya sekitar 5 menit dan kembali mengirimkannya via messenger tersebut.

            Dulu sempat terbesit pikiran untuk masuk S1 filsafat, tapi tidak disetujui dengan dalih “Bisa gila kamu di sana.” Saya sangat kesulitan untuk memulai darimana ini semua, saya tipikal yang tidak suka belajar, selalu belajar semalam sebelum ujian, dan metode belajar saya juga aneh, harus berisik. Sulit sekali menjadi seorang ekonom, saya baru merasakan lama kelamaan. Butuh motivator, tapi tidak ada yang benar-benar mendorong saya. Yang ada dipikiran saya sekarang, saya ingin cepat lulus, cepat lepas dari akuntansi, klise uh? Saya bisa akuntansi, bisa gambarnya, bisa kolomnya hahaha! Sejauh ini sudah 3 bab terlewati, harus kembali merangkak sampai mengerti betul bab 7, jauh lebih berat daripada disuruh debat manajemen. Semoga saja alam sedang berbaik hati, memberi saya kemudahan dalam ujian Senin nanti.

Facebook

Ternyata ada yang tidak kita ketahui tentang display facebook yang baru.. Dulu, kita dapat menentukan siapa teman yang kita tampilkan dalam “friends” di list teman yang ada di profil kita, tapi sekarang tidak bisa. Facebook memberi inovasi terbarunya. Perhatikanlah, saat kau membuka profil milik kita sendiri atau profil orang lain di dalam list teman kita pasti terdapat tampilan 6 teman yang random ke dalam list tersebut.

Sebenarnya, list teman yang ada di situ adalah teman-teman kita yang baru kita buka profilnya, atau yang tidak lama kita buka profilnya. Kita dapat mengetahuinya dengan kasat mata. Ssssssst. Ini rahasia! hahaha

Search
Navigate
Archive

Text, photographs, quotes, links, conversations, audio and visual material preserved for future reference.

Likes

A handpicked medley of inspirations, musings, obsessions and things of general interest.