Maroon 5 membawa saya meninggalkan masa UTS hanya untuk menyaksikan performa mereka. Dengan penuh perjuangan mendapatkan tiket ini, sejak Januari Adrie Subono sudah menggembar-gemborkan bahwa mereka akan datang. Berkat bantuan sepupu saya akhirnya saya mendapatkan apa yang saya inginkan.
Konser dimulai pukul 20.30, tetapi dari pukul 17.00 penonton sudah masuk ke venue yaitu Istora Senayan. Saya masih sempat untuk bermain kartu bersama sepupu dan teman-temannya di tengah crowded acara, karena memang masih pada duduk. Sekitar pukul 19.00 penonton belakang berdiri dan mulai berdesakan agar dapat melihat konser lebih dekat.
Dibuka dengan “Misery” seluruh penonton yang sedari tadi nampak lesu, sesak nafas dan pengap langsung bersemangat dan memperebutkan tempat paling depan, dilanjutkan dengan “If I Never See Your Face Again” , “Harder to Breath” sang vokalispun mulai atraktif dengan menyapa para penggemar setianya. Disambung dengan “Give a Little More” yang menurut saya lebih mirip makeout song, kenapa? perhatikan saja lirik dan nadanya. Adam kembali menggoda saya dengan menggoyangkan badannya diantara mic holder sambil mencibirkan bibirnya, V-neck putihnya yang dibasahi peluh, semua tato yang mengintip diantara kaos dan peluh, serta tato harimau yang ada di lengan Adam, membuat seluruh penonton perempuan bergidik. Kemudian, Maroon 5 kembali memukau dengan “The Sun” , “Won’t Go Home Without You” dan “Never Gonna Leave This Bed” lagi-lagi Adam sukses membuat semua perempuan di Istora enggan untuk meninggalkan ranjangnya.


Setelah Adam minum di stage dan dalam waktu 3 menit tatanan gitar, mixer sudah berubah oleh soundman yang dibawa mereka. Mereka menurunkan tempo lagu dari beat ke slow, mengistirahatkatkan stamina juga. Mereka memulai kembali dengan “Secret” , saat James mulai memetikkan senar gitar dan melodi akustik terdengar Adam berkata, “This song is dedicated to all the ladies here…” Penonton melambung dengan setiap rayuan Adam dalam “She Will be Loved” . Beberapa kali saya tersentil dengan lirik lagu ini, tapi ya sudahlah.

4 Lagu terakhir diisi dengan “Wake Up Call” , “Shiver” , “Stutter” dan “This Love” mengembalikan ingatan kita bahwa inilah single Maroon 5 yang sering kita dengar saat mereka mengawali kariernya. Mereka mengakhiri acara, lampu padam dan situasi menjadi sunyi. Penonton tahu bahwa ini belum selesai. Setelah “We want more!” di teriakkan, mereka kembali dengan tiga persembahan terakhirnya yaitu “Hands All Over” yang merupakan tajuk World Tour mereka sediri untuk mempromosikan album barunya, lalu “Makes Me Wonder” dan akhir dari semua pertunjukkan ini Adam menutupnya dengan perkenalan satu per satu semua personel Maroon 5. James Valentine pada gitar, Jesse Carmichael pada keyboard, Michael Madden pada bass dan Matt Flynn pada drum. Berakhirlah semua pertunjukkan mereka dengan “Sunday Morning”.

Keriuhan Istora Senayan begitu terdengar, dipenuhi tepuk tangan dari 8200an penonton, dan kita semua tahu. Kita puas akan konser ini. Tidak ada masalah yang terjadi selama konser berlangsung. Keamanan dan kenyamanan semua terkendali. Agak disayangkan mereka tidak membawakan “Goodnight Goodnight” dan “Nothing Last Forever”.

Tidak lupa membeli Merch Orie mereka, kapan lagi??? Banyak penjual poster, kaos bajakan di luar venue, saya juga membeli 1 yang bajakan. I never gonna Leave Adam’s bed!!!!!